Demokrasi Harus Tumbuh dari Bawah
Kab-jepara.kpu.go.id - Bicara demokrasi tidak semata tentang pemilihan umum (pamilu). Demokrasi mesti dimaknai sebagai sebuah sistem yang di dalamnya terdapat sejumlah nilai yang penting untuk dipelajari dan diamalkan.
Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara Subchan Zuhri saat memberikan materi pendidikan demokrasi. Ia menjadi narasumber dalam Latihan Kepemimpinan Dasar (LKD) yang diselenggarakan Fatayat NU Jepara, Minggu (21/11), di gedung Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Pakis Aji.
Subchan menambahkan, nilai dan prinsip demokrasi harus menjadi karakter semua warga negara yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan pada saat pemilu saja. “Menanamkan nilai dan prinsip demokrasi mesti dilakukan dari dini di lingkungan paling kecil, yakni keluarga. Di sini peran kader Fatayat NU sangat besar untuk membentuk karakter anggota keluarga,” terangnya.
Dijelaskan oleh Subchan, nilai-nilai yang terdapat dalam sistem demokrasi di antaranya ada supremasi hukum, inklusif dan adil, kesetaraan dan responsif. “Kalau kita mengutip pendapat Abdurahman Wahid (Gus Dur), demokrasi harus berlandaskan kedaulatan hukum dan persamaan setiap warga negara tanpa mebedakan latar belakang ras, suku agama dan asal muasal, di muka-undang-undang,” katanya.
Dalam kesempatan itu, dikutip pula pendapat dari Vladimir Putin, mantan Presiden Rusia, yang mengatakan sejarah membuktikan bahwa semua bentuk pemerintahan diktator dan otoriter hanyalah sementara. Hanya demokrasi yang tidak sementara. Apa pun kekurangannya, belum ada sistem yang lebih unggul dari demokrasi.
Sementara itu, dalam upaya menumbuhkan nilai dan prinsip demorasi sejak dini, menurut Subchan perlu dilakukan dari lingkungan keluarga. Keluarga, sebagai kelompok masyarakat paling kecil turut andil dalam membentuk karakter masyarakat.
Dalam hal ini, nilai dan prinsip demokrasi yang dapat ditanamkan di antaranya sikap toleran dan saling menghormati perbedaan. “Selain itu dalam lingkungan keluarga bisa membudayakan musyawarah mufakat dalam mengambil keputusan, menerapkan prinsip kesetaraan antaranggota keluarga, menanamkan sikap tanggung jawab dan terbuka,” tambahnya.
Jika nilai dan prinsip demokrasi ini bisa ditanamkan di lingkungan keluarga dan menjadi karakter semua anggota keluarga, kata Subchan, kedepan kita tidak perlu khawatir di saat menghadapi pelaksanaan pemilu sebagai bagian dari pelaksanaan sistem demokrasi.
Ditambahkan, pendidikan demokrasi harus dipandang upaya jangka panjang yang hasilnya akan dirasakan di masa depan. “Kita harus memulai bersama-sama dari sekarang yang hasilnya menjadi aset di masa yang akan datang” pungkasnya. (kpujepara)