KPU Sambut Baik Bidang Pembinaan Demokrasi di Sekolah
Kab-jepara.kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara mengapresiasi bidang-bidang yang menjadi konsentrasi OSIS dalam berkegiatan di sekolah. Bidang-bidang tersebut menjadi ruang para siswa untuk menghidupkan organisasi, sekaligus untuk pengembangan diri. Satu dari 10 bidang adalah Bidang Pembinaan Demokrasi, Hak Asasi Manusia, Pendidikan Politik, Lingkungan Hidup, Kepekaan dan Toleransi Sosial dalam Konteks Masyarakat Plural.
“Saya percaya, siswa yang berorganisasi dengan sungguh-sungguh di OSIS, kelak bisa mengunduh manfaatnya saat hidup di kampus, di dunia kerja maupun saat bermasyarakat. Bidang-bidangnya cukup strategis untuk pembelajaran,” kata anggota KPU Kabupaten Jepara saat menjadi narasumber dalam Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang diselenggarakan SMA Negeri 1 Nalumsari Kabupaten Jepara, Senin (18/10).
LDK itu dibuka Kepala SMA Negeri 1 Nalumsari Ida Fitriningsih. Sebelum membuka kegiatan, ia membacakan Surat Keputusan tentang Pembina dan Pengurus OSIS Tahun Pelajaran 2021-2022. Ia membacakan struktur dan nama-nama pengurus baru. SK tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan pemilihan ketua OSIS SMA Negeri 1 Nalumsari pada 11 Oktober lalu yang juga dihadiri KPU Kabupaten Jepara saat sesi debat kandidat. Kepala sekolah menyebut bidang-bidang dalam struktur kepengurusan baru.
Selain Bidang Pembinaan Demokrasi ada juga Bidang Pembinaan Teknologi Informasi dan Komunikasi, di antara bidang lainnya adalah Bidang Pembinaan Kreativitas, Bidang Pembinaan Akademik, Bidang Pembinaan Budi Pekerti Luhur, dan Bidang Pembinaan sastra Budaya. “Kami akan memberikan perhatian serius juga untuk Bidang Pembinaan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Ini bisa menjadi ruang bagi siswa untuk mengasah kemampuan teknologi digital, khususnya untuk ruang komunikasi publik. Kami berharap kepengurusan OSIS nanti benar-benar dapat menjadi tempat pembelajaran hidup para siswa,’’ kata Ida Fitriningsih.
Kolaboratif
Sementara itu Muhammadun saat memberikan materi LDK menyampaikan beberapa hal yang dapat menjadi tolok ukur kemampuan dan kepantasan seseorang memimpin. Kemampuan lebih menekankan pada kompetensi-kompetensi atau keahlian tertentu yang mesti dikuasai. Sedangkan kepantasan bisa dilihat dari beberapa hal. Di antaranya memiliki integritas dan standard etika yang dipegang teguh, serta mampu memberikan rasa aman dan nyaman di organisasi. Pemimpin juga mesti memberdayakan orang lain di lingkup organisasinya, menumbuhkan rasa saling terikat dan peduli terhadap organisasi, terbuka terhadap ide-ide baru yang segar, serta terus memacu kompetensi dan kapasitas komponen-komponen organisasi.
“Penting bagi setiap yang berperan di organisasi terus meningkatkan kompetensi, memantaskan diri dengan peran-peran yang diembannya. Meneguhkan diri menjadi pribadi pembelajar. Komunikasi organisasi harus dibangun sesehat dan secair mungkin. Kerja sama dan kolaborasi dari banyak potensi akan menguatkan mutu dan menunjang keberhasilan tujuan-tujuan organisasi yang telah disepakati bersama,” kata Muhammadun. (kpujepara)