Melihat Serunya Adu Program Para Kandidat
Kab-jepara.kpu.go.id – Dalam kontestasi memilih seorang pemimpin, setidaknya ada dua peran penting yang dilakukan peserta pemilihan. Pertama peserta pemilihan mesti menyiapkan calon pemimpin yang kemudian menawarkannya ke pemilih. Kedua, menyiapkan program kebijakan lalu menawarkan atau menyampaikannya ke pamilih saat kampanye. Program-program yang ditawarkan ini harus dikomunikasikan ke pemilih untuk meraih dukungan dan kepercayaan dalam sebuah demokrasi elektoral.
Keseruan adu program dari para kandidat tersaji saat tahap debat kandidat pemilihan ketua OSIS (pilkatos) di SMA Negeri 1 Nalumsari Kabupaten Jepara pada Senin (11/10) siang. Tahap debat kandidat itu berlangsung empat hari sebelum pemungutan suara yang diputuskan dilakukan dengan cara e-voting karena menyesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19. Tiga pasang kandidat yang berkontestasi itu adalah Damar Aji Twin-Desi Siti Fatmawati (nomor urut 1), Nailis Nurul Hikmah-Muhammad Yusuf (2), dan Fadil Muhammad Suyoto-Lintang Ayu Maharani (3). Mereka sebelumnya ditetapkan sebagai kandidat oleh panitia pemilihan ketua OSIS.
Karena di masa pandemi, debat kandidat itu berlangsung dengan menerapkan prosedur kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Tahapan debat kandidat itu dihadiri secara terbatas, di antaranya Kepala SMA Negeri 1 Nalumsari Ida Fitriningsih, anggota KPU Jepara Muhammadun, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Ummi Hanik, pembina OSIS Agus Sri Mulyo, dan Ketua OSIS setempat periode 2020-2021 Debi Firliana Saputri. Kelimanya menjadi panelis dalam debat kandidat tersebut.
Pembelajaran Demokrasi
Ida Fitriningsih mengingatkan agar semua tahapan dalam pilkatos tersebut dapat berlangsung secara demokratis. ‘’Bahwa dalam pilkatos ada ada persaingan, itu betul. Tetapi ini persaingan untuk saling menguatkan, bukan perpecahan. Sampai berakhir nanti, pilkatos kami harapkan berlangsung secara demokratis. Pilkatos juga menjadi bagian pendidikan berdemokrasi, baik bagi penyelenggara, peserta, juga pemilih di lingkungan sekolah,’’ kata dia.
Ia juga mengatakan, pilihannya untuk berkomunikasi dengan KPU Kabupaten Jepara dalam penyelenggaraan pilkatos tersebut adalah untuk memberikan semangat sekaligus pengalaman-pengalaman KPU dalam penyelenggaraan pemilu dan pemilihan. ‘’Ada proses yang agak mirip dengan yang dilakukan KPU, sehingga kami ingin para siswa menimba pengalaman-pengalaman KPU dalam menjalankan pemilihan,’’ lanjut Ida Fitriningsih.
Muhammadun saat memberikan sambutan dalam pembukaan debat mengatakan pilkatos tersebut dapat menjadi ruang pembelajaran yang strategis dalam berdemokrasi, sekaligus menempa dan menguji kompetensi siswa. ‘’Ada pembentukan panitia penyelenggara, penyusunan peraturan penyelenggaraan, penjaringan dan penetapan kandidat, penyusunan program kebijakan yang ditawarkan kandidat dalam kampanye, pemungutan suara melalui e-voting, sampai pada adaptasi penyelenggaraan di masa pandemi. Ini akan menempa kompetensi dan profesionalitas penyelenggara, integritas kandidat dan pemilih. Pilkatos ruang pembelajaran nyata dalam berdemokrasi,’’ kata Muhammadun.
Ia mengatakan proses pembelajaran tersebut akan bermanfaat untuk kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang. ‘’Kami berharap, secara prosedural, pilkatos ini dapat berjalan dengan demokratis. Secara substansial hak-hak dan kewajiban penyelenggara dan pemilih terjamin, dan dari hasil pilkatos akan melahirkan pemimpin (ketua OSIS) yang dapat menjalankan program-program yang dapat membawa kemajuan sekolah, menghidupkan kultur akademik, dan mendukung pengembangan talenta serta keterampilan siswa,’’ kata Muhammadun.
Saat proses debat, semua pasangan calon menawarkan program-program yang menarik. Di antaranya program adiwiyata yang menjadi unggulan sekolah. Para kandidat sama-sama berkomitmen menciptakan ruang hijau yang produktif di lingkungan sekolah sehingga memiliki efek inspirasi ke lingkungan sekitar. Selain itu juga program penguatan organisasi, upaya-upaya yang dilakukan dalam pencegahan penularan Covid-19, kerja-kerja kolaborasi seluruh stakeholder sekolah, juga menghidupkan jaringan informasi dan komunikasi dengan menghidupkan website sekolah, platform media sosial, serta menciptyakan ruang digital yang kreatif dan sehat. Mereka juga terlibat saling bertanya untuk mendalami serta mengelaborasi masing-masing program dari kandidat lain.
Acara itu disiarkan secara langsung melalui akun YouTube sekolah, sehingga seluruh pemilih (para siswa) dapat menyimak dan berpartisipasi terkait program-program yang ditawarkan para kandidat. (kpujepara).