Berita

Partisipasi Perempuan di Desa dalam Pemilu Makin Terlihat

Kab-jepara.kpu.go.id – Percakapan kaum perempuan mengenai pemilu di perkampungan desa sangat penting sebagai bentuk embrio partisipasi mereka dalam Pemilu 2024. Mereka siap menyukseskan Pemilu 2024. Informasi mendasar terkait waktu pemungutan suara Pemilu 2024, sudah mereka ketahui.

Setidaknya hal itu terlihat saat anggota KPU Kabupaten Jepara Muhammadun bertanya kapan waktu coblosan Pemilu 2024 saat kali pertama membuka pembicaraan dalam kegiatan pendidikan politik yang diselenggarakan Badan Kesbangpol Kabupaten Jepara di Desa Jerukwangi Kecamatan Bangsri, Sabtu (23/9/2023). Tanpa dikomando, sebagian besar dari mereka menjawab serentak 14 Februari 2024. Mereka mengaku informasi soal pemilu mereka peroleh dari media sosial, juga percakapan grup pertemanan virtual. 

Sekitar 100 orang kalangan perempuan mengikuti kegiatan tersebut. Selain Muhammadun dari KPU, narasumber kegiatan tersebut adalah Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Jepara Lukito Sudi Asmara, Wakil Ketua DPRD Jepara Pratikno dan anggota DPRD Padmono Wisnugroho. “Sekilas dari forum ini, informasi tentang Pemilu 2024 di desa sudah menjadi bagian dari percakapan mereka sehari-hari. Ini situasi yang baik sekaligus pertanda partisipasi perempuan terlihat di perkampungan desa. Mereka cukup tahu tentang jenis pemilihan di pemilu nanti,” kata Muhammadun.

Setelah membuka sesi dengan pertanyaan, Muhammadun menyampaikan tahapan-tahapan Pemilu 2024 yang bertalian secara langsung dengan pemilih dan sudah atau sedang berlangsung, misalnya keterdataan sebagai pemilih, partai politik peserta Pemilu 2024, dan pencalonan. Selain itu juga tentang tahapan kampanye pada 28 November 2023-10 Februari 2024. “Sebelum tahapan kampanye berlangsung, KPU akan mengumumkan daftar calon tetap anggota DPRD Kabupaten Jepara pada 4 November 2023. Tahapan kampanye menjadi ruang bagi pemilih untuk berinteraksi dengan para calon. Silakan ditunggu tahapannya, dan terlibat secara aktif,” kata Muhammadun yang kemudian mengajak diskusi ke peserta mengenai urgensi dan tujuan pemilu diselenggarakan. 

Selain itu, ia juga menjelaskan hal-hal yang mesti dihindari atau dicegah selama tahapan pemilu, yakni membuat atau menyebarkan kabar hoaks dan ujaran kebencian. Juga menjadi bagian dari pemilih yang mencegah politik uang. “Kita sama-sama punya harapan bagaimana pemilu ini berlangsung demokratis, bermartabat, penuh kegembiraan, dan bermutu. Sehingga hal-hal yang berpotensi mengotori pemilu harus sama-sama dibersihkan,” kata Muhammadun. (kpujepara)

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 90 kali