Berita

Serunya Stan KPU di Keramaian Alun-alun yang Melayani Informasi Pemilu

Kab-jepara.kpu.go.id – Setelah berhasil membelah kepadatan lalu lalang para pengunjung alun-alun Jepara, Yasmin (17), warga Desa/Kecamatan Tahunan menghampiri stan KPU Kabupaten Jepara yang ada di antara puluhan stan di seputar alun-alun, Sabtu (9/9/2023). Bersama ibunya, ia tertarik untuk berinteraksi dengan para petugas yang menjaga stan KPU.

“Saya sudah usia 17 tahun, masih sekolah di SMA. Seingat saya sudah didata sebagai pemilih oleh petugas di rumah. Saya mau mengecek apakah sudah terdata sebagai pemilih Pemilu 2024,” ungkap Yasmin di hadapan para petugas stan KPU.

Sesegera tim KPU yang memang bersiap dengan laptop dan perangkat untuk melayani informasi kepemiluan, khususnya data pemilih, langsung menunjukkan hasilnya setelah Yasmin menginfokan nomor induk kependudukannya (NIK). Setelah dicek melalui laman cekdptonline.kpu.go.id dengan cara meng-input NIK, Yasmin sudah terdata sebagai pemilih di salah satu TPS di desa tempat ia tinggal.

“Tapi saya belum punya KTP, nanti bagaimana?,” Yasmin menyambung dialog. Karena dokumen kependudukan berupa KTP sangat penting bagi warga negara Indonesia, ia disarankan untuk segera mengurus KTP elektronik. Anggota KPU Kabupaten Jepara Muhammadun yang ada di stan, memberikan doorprize kepada Yasmin. “Yasmin termasuk salah satu pemilih yang aktif. Sebagai pemilih pemula, ia aktif menanyakan informasi status keterdataannya sebagai pemilih pada Pemilu 2024, meski sebelumnya ia sudah dicoklit. Ia datang ke stan KPU ingin memastikan haknya untuk memilih benar-benar terjamin. Ini bagus karena aktif mencari informasi kepemiluan atas kesadaran sendiri,” kata Muhammadun yang bersama Ketua KPU Kabupaten Jepara Subchan Zuhri dan seluruh tim dari KPU melayani informasi kepemiluan di tempat yang ramai itu.

Sisi kanan dan kiri stan KPU diapit oleh stan-stan makanan yang juga sangat ramai pengunjung. Sehingga penjelasan-penjelasan KPU melalui pengeras suara juga dapat didengar pengunjung lain. Tak hanya informasi tentang data pemilih, stan KPU juga melayani informasi tentang daftar calon sementara (DCS) anggota DPRD Kabupaten Jepara yang sebelumnya sudah diumumkan ada sebanyak 583 calon. Selain itu, stan juga siap dengan informasi layanan pindah memilih.

Yusca, warga Jepara yang menjadi mahasiswi semester 5 di salah satu perguruan tinggi di Semarang yang berkunjung di stan Koeran Food, juga bergegas ke stan KPU. Terpantik kalimat pindah memilih, ia lantas ingin tahu lebih jauh. “Jadi kalau saya misalnya karena tugas belajar sedang kuliah di Semarang, apakah bisa mengurus pindah memilih,” tanya dia. Petugas lantas menjelaskan ketentuan-ketentuan terkait pindah memilih, termasuk yang bisa dilayani adalah sebab tugas belajar/menempuh pendidikan menengah atau tinggi yang harus diurus dan bisa dilayani sampai dengan 30 hari sebelum hari pemungutan suara (14 Februari 2024). “Saya masih tanya-tanya, karena belum memutuskan. Masih ada kemungkinan tetap pulang ke Jepara untuk mencoblos saat pemilu nanti. Tapi jika ada kepastian tidak bisa pulang ke Jepara saat 14 Februari 2024 akan segera saya urus,” kata Yusca.

Berbeda dengan Yasmin dan Yusca, Nur Afiyah yang sebelumnya terdata sebagai pemilih di Kabupaten Bantul, mencari informasi terkait statusnya yang sekarang pindah domisili di Kabupaten Jepara. Pindah domisili termasuk salah satu penyebab yang bisa dilayani untuk pindah memilih dan mesti diurus sampai dengan 15 Januari 2024. “Terima kasih sudah membuka layanan informasi ini,” kata dia. Terkait layanan pindah memilih ini, KPU Kabupaten Jepara sudah melayani. Masyarakat bisa dilayani di Kantor KPU Kabupaten Jepara, atau di kantor Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang ada di masing-masing kantor kecamatan, atau juga dapat dilayani di kantor Panitia Pemungutan Suara (PPS) di masing-masing balai desa/kantor kelurahan. Sampai dengan akhir Agustus 2023, KPU sudah melayani pindah memilih dari sebanyak 56 pemilih.

Waktu terus bergerak dan para pengunjung makin banyak. Sebab pada saat yang sama juga ada nonton bareng film Tenggelamnya Kapal van Der Wijck di alun-alun bersama Pj Bupati Jepara dan Forkompimda. Diskominfo Kabupaten memang telah bekerja sama dengan KPU terkait diseminasi informasi kepemiluan. Di sela-sela nobar itu, ada ruang ada informasi kepemiluan yang bisa disampaikan ke masyarakat.

Hadir di antaranya dalam nobar itu Pj Bupati jepara Edy Supriyanta, Sekda Edy Sujatmiko, Wakil Ketua DPRD Pratikno, Forkopimda, Kepala Diskominfo Arif Darmawan, Ketua KPU Subchan Zuhri bersama anggota KPU Muhammadun, dan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD).

Sebelum pemutaran film, terlebih dahulu diputar video dari KPU terkait layanan pindah memilih dan cek keterdataan sebagai pemilih. Video dan film itu disaksikan ribuan orang yang berkunjung di alun-alun. Di antara mereka, ada Sura dan Sulu, maskot Pemilu 2024 yang tak henti-henti menarik perhatian. Ia didampingi tim dari KPU yang membagikan flayer berisi berbagai informasi terkait pemilu 2024, serta kanal-kanal informasi kepemiluan yang dikelola KPU Kabupaten Jepara dan bisa diakses publik dengan mudah. (kpujepara)

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 108 kali