KPU Jepara Mulai Merancang Anggaran Pilkada 2029 | KPU Jepara Raih Tiga Penghargaan dalam Penyelenggaraan Pilkada | Website Resmi KPU Kabupaten Jepara

Publikasi

Opini

Oleh Muhammadun*   WEBSITE resmi KPU Kabupaten Jepara, kab-jepara.kpu.go.id memasuki usia ke-15 tepat pada 16 Agustus 2026, sehari sebelum Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan RI. Memperingatinya dengan sederhana, berdoa bersama serta memotong tumpeng oleh pimpinan dan jajaran sekretariat KPU. Harapan terbaik terus dilambungkan. Sebagai kanal informasi utama KPU, website ini diharapkan bisa menjadi media rujukan informasi kepemiluan di Kabupaten Jepara. Usia yang bisa dikatakan pendek, tetapi juga bisa disebut sudah berpengalaman. Masih berusia pendek karena 15 tahun belum seberapa dibanding dunia yang sudah mengenal sejak 1989 saat dirintis Tim Berners-Lee yang bekerja di CERN, organisasi Eropa untuk riset nuklir. Tim Berners-Lee lantas merilis situs web pertama di dunia pada 6 Agustus 1991 yang kala itu berisi teks sederhana. KPU Jepara mengelola website saat teknologi website sudah ada di generasi integratif dan interaktif antara manusia dan mesin. Dikatakan sudah berpengalaman karena website kab-jepara.kpu.go.id sebelumnya beralamat di kpujepara.go.id. Sebagai satuan kerja, KPU Jepara membangun dan mengelola website tersebut sebagai saluran informasi utamanya dengan melewati beberapa momentum penting, yaitu Pilkada 2012, Pilgub 2013, Pemilu 2014, Pilkada 2017, Pilgub 2018, dan Pemilu 2019.  Setelah penyelenggaraan Pemilu 2019, KPU RI makin memperkuat digitalisasi informasi-informasi kepemiluan. Salah satu kebijakan yang diambil adalah menjadikan website KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota se-Indonesia ada dalam satu rumah. Sehingga desain dan menu-menunya sama. Dengan masuk ke website KPU, orang akan mudah mengenali perwajahan, menu, dan tata letaknya. Ini berbeda dengan sebelumnya, dimana tiap KPU kabupaten/kota membuat dan mengembangkan sendiri website-nya, dan menyebabkan “warna” dan “rasa”nya berbeda-beda. Bahkan ada website yang masih menginduk dengan website yang dikelola pemerintah kabupaten/kota setempat. Dengan penataan baru itu, sejak awal 2020 hingga pertengahan 2021 seluruh website yang dikelola KPU provinsi maupun KPU kabupaten/kota, harus bermigrasi ke alamat baru yang template-nya disediakan KPU RI. Selama hampir dua tahun itu, KPU kabupaten/kota harus memindah seluruh data, dokumen, dan informasi kepemiluan ke alamat yang baru. Untuk KPU Kabupaten Jepara alamat barunya adalah kab-jepara.kpu.go.id. Tepat pada 14 Agustus 2021, migrasi seluruh data dari website lama ke website yang baru rampung. Dua hari kemudian, yaitu 16 Agustus 2021, masih dalam suasana pandemi Covid-19, website baru diluncurkan dan dikenalkan ke publik. Atmosfer saat itu, website dengan alamat yang baru itu menjadi kanal informasi atas seluruh evaluasi, catatan, dan hasil Pemilu 2019, pemilu serentak pertama. Selain itu performa website dengan wajah dan pengelolaan baru didedikasikan sebagai tulang punggung informasi Pemilu 2024 yang tahapannya sudah dimulai sejak 2022. Banyak apresiasi dan sambutan positif saat itu, di antaranya datang dari kalangan pemerintah kabupaten, mitra kelembagaan KPU, wartawan, masyarakat, dan partai politik. Di tengah banyaknya hoaks yang beredar, website resmi lembaga, apalagi lembaga itu adalah KPU yang menguasai seluruh informasi kepemiluan, bisa menjadi rujukan publik untuk informasi kepemiluan yang terpercaya. Ia juga bisa menjadi rujukan untuk media-media yang menyebarkan informasi kepemiluan.   Informatif Dalam ekosistem internet, informasi kepemiluan berkelindan di antara kepentingan-kepentingan yang beragam. KPU, sebagai lembaga penyelenggara dan menetapkan hasil pemilu, butuh kepercayaan publik tingkat tinggi. Website KPU sebagai badan publik dituntut tak hanya selalui diperbarui, tetapi juga transparan, valid, dan terpercaya. Sebagai badan publik, sejalan dengan UU Nomor 14/2008, KPU juga harus menyediakan informasi-informasi yang bersifat publik, baik itu yang bersifat setiap saat, serta merta, maupun berkala. Melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi, setiap tahun KPU menyusun dan menetapkan daftar informasi publik (DIP) dalam keputusan. DIP ini menjadi dasar seluruh pelayanan informasi KPU kepada masyarakat. Setiap tahun, ada beberapa pihak, baik perorangan maupun lembaga, yang meminta informasi, dan KPU melayaninya. Meski begitu, tanpa masyarakat meminta pun, KPU sudah menyediakan informasi-informasi publik itu di website resminya. Pelayanan informasi ini juga menjadi salah satu jenis layanan yang tiap tahun dikonsultasikan ke berbagai pihak melalui forum konsultasi publik yang tujuannya untuk mendapatkan masukan demi perbaikan. Performa KPU untuk melayani kebutuhan informasi kepada masyarakat itu juga dicermati, dievaluasi, dan dinilai oleh Komisi Informasi (KI). Setelah sebelumnya dinilai sebagai badan publik dengan performa website kategori “menuju informatif”, sejak 2024, website KPU Jepara naik menjadi “informatif”. Saat itu penilaian berlangsung di tengah tahapan Pemilu 2024. Pada 2026, KPU Kabupaten Jepara juga menyatakan bersedia website-nya dimonitoring dan evaluasi (monev) oleh Komisi Informasi Pusat. Saat ini proses itu masih berlangsung, dan KPU Jepara telah melewati tahap pertama monev terhadap sajian informasi publik di website.   Konsistensi             Sebagai badan publik yang mengelola dan menguasai informasi dan dokumentasi kepemiluan, tak ada pilihan lain kecuali mematuhi standar tata kelola pelayanan publik, termasuk pelayanan informasi melalui website ini. Ada dinamika yang harus dijawab lembaga, yaitu bagaimana menjaga konsistensi dengan terus berinovasi. Di balik performa website, ada sumber daya manusia yang setiap hari terus menjaganya. Mereka terus meningkatkan kompetensi, meneguhkan komitmen, dan menempatkan diri sebagai pelayan informasi publik. Ada orang-orang yang terlibat aktif agar konsistensi performa website ini bisa terus dipertahankan. Di sana ada penyedia dan penghimpun data, admin, juga pengambil keputusan-keputusan strategis. Ada pula orang-orang yang memberikan masukan serta pembaca yang berharap website tersebut tetap dalam performa terbaik. Di dalamnya ada koordinasi, korespondensi, rapat, dan komunikasi-komunikasi personal.    Website kab-jepara.kpu.go.id dengan segala kekurangan dan kelebihannya, didedikasikan sebagai media komunikasi dan interaksi lembaga kepada publik. Melalui website berkarakter melayani, kepercayaan publik kepada lembaga itu bisa terbangun. Namun situasi bisa saja sebaliknya, jika website tak dijaga sepenuh hati. Ia bukan milik siapa-siapa, melainkan dibangun dan dikelola lembaga dan secara esensial ia juga milik banyak orang. Para penerima manfaat dari website juga sungguh memilikinya. Mereka berhak atas website dengan pelayanan informasi terbaik. Selamat ulang tahun, kab-jepara.kpu.go.id, dan terima kasih kepada siapa saja yang telah dan akan terus menjaganya. ***   *Penulis adalah ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Jepara

Oleh Muhammadun (Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Jepara) RABU (12/11/2025) pagi, di tengah rintik hujan, tiga siswa dari salah satu SMA di Jepara bersama guru pendamping datang ke ruang tamu di bagian depan Kantor KPU Kabupaten di Jl Yos Sudarso 22. Seorang staf KPU yang bertugas melayani, mempersilakan tamu itu untuk masuk, dan duduk di ruang pelayanan di bagian dalam. “Dari sekolah yang mengajukan surat peminjaman kotak dan bilik suara untuk pemilihan ketua OSIS, ya?” tanya staf itu ke guru pendamping yang mengiyakan. “Tunggu sebentar ya, Pak. Silakan diminum dan ini koran-koran baru hari ini,” kata staf itu mempersilakan tamu untuk menunggu di ruang pelayanan yang disediakan air mineral dan beberapa koran langganan yang biasa untuk bacaan. Sebentar kemudian, barang-barang yang dibutuhkan, diserahkan sebelum akhirnya tiga siswa dan guru pendamping itu berpamitan. “Untuk sarana pemilihan ketua OSIS Jumat pekan ini,” kata Raka Hamidah, salah satu siswa. Dialog tersebut tersaji dalam buletin yang diterbitkan KPU Kabupaten Jepara pada edisi triwulan keempat 2025. Menggambarkan potongan satu dari sekian banyak pelayanan di luar tahapan pemilu yang dilakukan KPU. Sampai dengan 2026, pelayanan itu terus dilakukan. KPU Kabupaten Jepara memang masih menyimpan kotak dan bilik suara yang pernah dijadikan sebagai sarana simulasi pemungutan dan penghitungan suara sebelum hari coblosan Pilkada 2024. Bukan kotak dan bilik suara yang digunakan untuk pilkada sebab sudah dilelang dan kembali ke negara. Banyak di antara masyarakat yang meminjamnya, termasuk untuk pemilihan ketua rukun tetangga (RT) maupun rukun warga (RW). Saat masa penerimaan pegawai/karyawan, dimana ada dokumen syarat yang harus dipenuhi bahwa yang bersangkutan harus tidak merupakan anggota atau pengurus partai politik, banyak dari mereka ke KPU untuk mengecek namanya di Sistem Informasi Partai Politik atau Sipol. KPU yang mengelola Sipol pun melayani satu-persatu dari banyak pemohon tersebut. Setiap saat, ada masyarakat, baik perorangan, kelompok, organisasi, maupun lembaga, yang berinteraksi dengan KPU Kabupaten Jepara. Termasuk didalamnya adalah pelayanan terkait akses informasi. Interaksi itu berupa pertanyaan yang harus dijawab, memberikan masukan, mengapresiasi, memohon maupun memberikan informasi, meminta penjelasan, mengajukan kerja sama, atau sekadar menyapa sebagai bagian merawat komunikasi. Sebagai badan publik, dengan standar yang ditentukan regulasi, KPU berkewajiban untuk merespons, menjawab, memenuhi permohonan, atau menindaklanjuti untuk hal-hal yang harus ditindaklanjuti. Namun sebagian pelayanan juga tidak harus menunggu permohonan masyarakat, namun telah dipenuhi oleh KPU tanpa diminta karena sudah menjadi hak publik/masyarakat. Data pelayanan informasi yang dikelola Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) KPU Kabupaten Jepara, pada 2025, terdapat 13 pihak yang mengajukan permohonan data, dokumen, informasi public ke KPU. Data tersdebut diajukan oleh perorangan dan lembaga. Permohohan data dan informasi itu sebagian untuk kebutuhan riset, dan sebagian lagi untuk kebutuhan lembaga. KPU Kabupaten Jepara melayani semua permohonan informasi tersebut sesuai waktu yang ditentukan peraturan perundang-undangan. Sebagai lembaga penyelenggara pemilu, KPU menguasai dan mengelola data-data kepemiluan. Data-data yang sifatnya publik, KPU wajib melayani dan menyediakannya untuk publik. Informasi-informasi publik itu jenisnya ada yang bersifat serta merta, setiap saat, dan berkala. Semuanya disediakan KPU di website resminya, kab-jepara.kpu.go.id, yang informasinya juga didistribusikan melalui akun media sosial resmi KPU. Setiap tahun, KPU menerbitkan keputusan terkait daftar informasi publik (DIP). Keputusan KPU tentang DIP tersebut menjadi acuan tim PPID dalam melayani masyarakat. Secara khusus, informasi-informasi publik itu tersaji dalam https://jeparakabppid.kpu.go.id. Berdasarkan hasil survei kepuasan masyarakat (SKM) semester pertama 2025, yang melibatkan responden dari para pihak yang secara langsung berinteraksi intensif dan menerima layanan dari KPU, hasilnya KPU Jepara mendapatkan skor 85,23 atau berkategori baik. Sedangkan pada semester kedua 2025 nilainya naik menjadi 90,24 atau berkategori sangat baik. Ada sembilan indikator yang dinilai dalam survei tersebut, yaitu proses pelayanan, kemudahan prosedur pelayanan, kecapatan waktu, biaya pelayanan, kesesuaian produk pelayanan, kompetensi petugas pelayanan, perilaku petugas pelayanan, kualitas sarana dan prasarana, serta penanganan pengaduan. Sembilan indikator ini mengacu pada Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik. Survei kepuasan masyarakat merupakan agenda yang rutin dilakukan oleh KPU, termasuk pada semester pertama 2026 dan seterusnya.   Responsif Pada 2026, KPU Kabupaten Jepara juga mengikuti monitoring dan evaluasi (monev) terkait keterbukaan informasi publik yang dilaksanakan Komisi Informasi Jawa Tengah. Langkah-langkah penguatan tim pelayanan informasi publik di PPID terus dilakukan untuk menguatkan pemahaman terhadap regulasi sekaligus pemenuhan informasi yang sudah ditentukan sebagai informasi publik, serta meningkatkan performa pelayanannya. Dalam monev tahap pertama, website KPU Kabupaten Jepara akan dinilai. Seberapa performa website tersebut menyediakan informasi kepada publik, serta hal-hal lain yang bertalian dengan penguatan PPID dan pelayanan. Sebelum 2024, KPU Kabupaten Jepara dalam beberapa kali momentum monev oleh Komisi Informasi, mendapatkan predikat menuju informatif. Namun pada 2024, performanya meningkat ke posisi ideal, yaitu informasi. Komitmen KPU Kabupaten Jepara dalam melayani publik, termasuk di bidang informasi yang tanpa henti sepanjang waktu itu didasarkan atas KPU sebagai badan publik, yang dalam UU Nomor 14 Tahun 2008 harus transparan, dalam hal ini wajib melayani kebutuhan informasi publik, baik itu diminta maupun tidak diminta. Website yang terus diperbarui informasinya merupakan ruang bagi publik untuk mengakses informasi yang dikuasai KPU dan itu sebagai bentuk pelayanan. Selain itu KPU juga wajib melayani permohonan informasi publik yang secara administratif diajukan oleh perorangan maupun lembaga di luar KPU. KPU Jepara juga sudah bekerja sama dengan berbagai lembaga dan organisasi masyarakat terkait akses informasi publik. Kerja sama tersebut ditindaklanjuti dengan berbagai kegiatan literasi kepemiluan, sekaligus pelayanan informasi yang dikelola KPU dengan lembaga atau organisasi kemasyarakatan terkait. Bagi KPU, performa website maupun media sosial yang dikelola secara resmi, adalah pengejawantahan digital government yang dapat memudahkan publik dalam mengakses informasi. Selain itu juga sebagai bentuk kepekaan kelembagaan. Di era digital, lembaga juga mesti responsif terhadap dinamika, bukan malah sebaliknya, mengasingkan dan menutup diri. Pelayanan informasi kepada masyarakat tidak pernah berhenti. Keterbukaan informasi itu juga bentuk akuntabilitas kerja-kerja kelembagaan. ***  

🔊 Putar Suara