Berita

KPU Musnahkan Lembar Soal Tes Tulis PPS

Kab-jepara.kpu.go.id - Paskapelaksanaan seleksi tertulis bagi calon Panitia Pemumungutan Suara (PPS) se-Kabupaten Jepara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) memusnahkan soal ujian dengan cara dibakar. Hal tersebut dilakukan di halaman Kantor KPU Jepara. Hal yang sama juga dilakukan di halaman kantor Kecamatan Karimunjawa oleh PPK Karimunjawa, Selasa (9/1/2023). Pemusnahan soal seleksi tertulis PPS beberapa jam setelah pelaksanaan tes itu dipimpin Ketua KPU Jepara Subchan Zuhri bersama empat anggota KPU lainnya, yaitu Muntoko, Ris Andy Kusuma, Siti Nurwakhidatun, dan Muhammadun. Bawaslu juga menyaksikan proses pemusnahan soal tersebut. Media massa juga meliput. Subchan Zuhri dalam kesempatan itu menyampaikan pemusnahan soal dilakukan untuk menjaga kerahasian soal. “Sesuai dengan SOP yang ada setelah ujian tertulis dilaksanakan maka soal akan kami musnahkan agar nantinya soal-soal tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya. Subchan mengungkapkan KPU melakukan pemusnahan terhadap 1.567 eksemplar soal dan 49 lembar master soal.  “Kami akan memusnahkan soal-soal yang telah tercetak. Lembar soal yang kami gandakan sebanyak 1.567 eksemplar serta terdapat 49 lembar soal dalam bentuk master,” ungkap Subchan Dalam kesempatan itu Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM Muhammadun menjelaskan bahwa KPU Jepara melaksanakan seleksi tertulis secara konvensional sehingga KPU melakukan pencetakan soal dan memperbanyaknya sesuai jumlah peserta untuk kebutuhan ujian. “Paska ujian lembar soal yang telah tercetak untuk kebutuhan ujian kami musnahkan semua,” terang Muhammadun. Pemusnahan soal tersebut dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani perwakilan Bawaslu dan para saksi. (kpujepara)

KPU Matangkan Pesiapan Seleksi Tertulis Calon Anggota PPS

Kab-jepara.kpu.go.id – Untuk mematangkan persiapan pelaksanaan tes tulis bagi calon anggota PPS di Kabupaten Jepara yang akan dilaksanakan pada 9 Januari 2023, Komisi Pemilihan Umum (KPU)  berkoordinasi dengan Panitia Pemilihan Kecamtan (PPK), Sabtu (7/1/2023). Dalam kegiatan tersebut hadir Ketua dan anggota PPK Divisi Hukum dan SDM se-Kabupaten Jepara. Hadir pula dari KPU Jepara  Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM, Muhammadun beserta ketiga komisioner lainya dan sekretaris. Terkait mekanisme seleksi tertulis  Muhammadun mengungkapkan, untuk Kabupaten Jepara, seleksi tertulis dilakukan secara konvensional.  “Untuk di Jepara akan dilakukan dengan mekanisme tes tertulis secara konvensional. Hal ini kami putuskan dalam rapat pleno dengan mempertimbangkan mekanisme apa yang paling tepat dilakukan untuk dibeberapa lokasi yang ada,” terang Muhammadun. Untuk tempat pelaksanaan jalannya tes tertulis Muhammadun menyampaikan telah disampaikan melalui website kab-jepara.kpu.go.id dan di media sosial KPU Jepara. Dalam kesempatan itu Muhammadun menyampaikan dinamika terkini terkait kesiapan pelaksanaan ujian tulis bagi calon PPS. “Saat ini terkait proses persiapan ujian tulis KPU Jepara masih menunggu soal dari KPU Republik Indonesia. Terkait soal memang sangat dijaga kerahasiaannya. Yang pasti KPU siap menyelenggarakan seleksi tertulis ini,” ungkap Muhammadun. Kesiapan tempat dalam penyelenggaraan tes tertulis dan fasilitas pendukung lainnya Muhammadun menyampaikan untuk PPK agar dapat memastikan hal tersebut. “Komunikasi harus terus dijalin antara KPU dan PPK untuk memecahkan masalah yang ada saat pelaksanaan ujian tulis nanti," lanjut Muhammadun. Ris Andy menyampaikan mekanisme teknis dalam pelaksanaan ujian harus dapat sepakati bersama dalam rapat kordinasi ini. Sekretaris KPU Jepara Da’faf Ali mengatakan segala kebutuhan teknis untuk  tes tertulis sudah siap. “Dalam mendukung pelaksanaan tes tertulis KPU telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait tempat dan dukungan fasilitasi,” ungkap Da’faf Ali.  Dalam kesempatan itu banyak respons dari PPK yang hadir terkait potensi permasalahan yang akan ada dalam pelaksanaan ujian dan kemudian secara bersama diurai dan ditemukan solusinya. Seleksi tertulis secara serentak di Jepara akan dilaksanakan Senin (9/1/2023) mulai pukul 09.00. (kpujepara)

Ini Jadwal dan Lokasi Tes Tertulis Calon Anggota PPS di Jepara

Kab-jepara.kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara mengumumkan hasil penelitian administrasi seleksi calon anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pemilu 2024, Jumat (6/1/2023). Pengumuman tersebut dapat diakses melalui laman https://kab-jepara.kpu.go.id/berita/baca/8432/pengumuman-hasil-penelitian-administrasi-calon-anggota-panitia-pemungutan-suara-di-kabupaten-jepara-untuk-pemilu-2024. Berdasarkan pengumuman Nomor 8/2023 tentang Penetapan Hasil Penelitian Administrasi Calon Anggota PPS, sebanyak 1.567 calon anggota PPS dari 195 desa/kelurahan yang tersebar di 16 kecamatan ditetapkan lulus penelitian administrasi. Dan hanya satu yang tak lulus. Mereka yang lulus penelitian administrasi berhak mengikuti seleksi tertulis yang akan digelar pada 9 Januari 2023. Informasi terkait jadwal dan tempat lokasi seleksi tertulis dapat diakses melalui https://kab-jepara.kpu.go.id/berita/baca/8434/pelaksanaan-seleksi-tertulis-secara-manual-bagi-calon-anggota-pps-untuk-pemilu-2024. Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Jepara Muhammadun, Sabtu (7/1/2023) mengatakan penelitian administrasi calon anggota PPS sebelumnya telah dilaksanakan oleh KPU Kabupaten Jepara sejak 19 Desember 2022 - 5 Januari 2023 terhadap 1.568 jumlah calon anggota PPS yang terdaftar pada Sistem Informasi Anggota KPU dan Badan Adhoc (SIAKBA). “Pendaftaran sempat diperpanjang tiga hari, khusus di 55 desa/kelurahan karena belum memenuhi dua kali kebutuhan. Perpanjangan masa pendaftaran tersebut akhirnya berkonsekuensi pada jadwal pelaksanaan seleksi tertulis, dari jadwal semula jika tanpa perpanjangan pada 6 Januari 2023, menjadi 9 Januari 2023. Proses ini sudah kami lalui, dan kini kami fokus pada pelaksanaan seleksi tertulis. Kami mengapresiasi partisipasi masyarakat luas yang turut mensosialisasikan serta mendaftar menjadi anggota PPS,” kata Muhammadun. Muhammadun menjelaskan, lokasi-lokasi seleksi tertulis sudah ditentukan oleh KPU Kabupaten Jepara. Untuk calon anggota PPS dari desa/kelurahan di Kecamatan Jepara, Tahunan, dan Kedung tes tertulis akan dilaksanakan di Gedung Wanita Jl HOS Cokroaminoto Jepara. Calon anggota PPS di Kecamatan Mlonggo, Bangsri, dan Pakis Aji mengikuti tes tertulis di Gedung MWC NU Kecamatan Mlonggo. Peserta dari Kecamatan Keling, Donorojo, dan Kembang di Gedung Serbaguna Pemerintah Desa Kelet Kecamatan Keling. Peserta dari Kecamatan Mayong, Nalumsari, dan Welahan mengikuti tes tertulis di Gedung Serbaguna Ora Ngiro Desa Singorojo Kecamatan Mayong. Lokasi tes calon anggota PPS dari Kecamatan Pecangaan, Kalinyamatan, dan Batealit di Gedung Serbaguna SMA Negeri 1 Pecangaan. Sedangkan calon peserta dari Desa Karimunjawa, Nyamuk, Parang, dan Kemujan mengikuti tes di aula Kecamatan Karimunjawa. Calon anggota PPS diwajibkan melakukan registrasi dan mengisi daftar paling lambat 30 menit sebelum jadwal seleksi tertulis. Peserta juga harus membawa tanda bukti terdaftar sebagai calon anggota PPS, dokumen persyaratan dalam bentuk fisik, serta alat dan alas tulis sendiri. “Kami berharap seluruh calon anggota PPS yang akan mengikuti seleksi tertulis terus menyimak informasi seputar pembentukan Badan Adhoc melalui website resmi KPU Kabupaten Jepara, https://kab-jepara.kpu.go.id/. Sebab semua tahapan seleksi ini, kami informasikan di website tersebut, juga di media sosial yang dikelola KPU Jepara,” kata Muhammadun. (kpujepara)

KPU Verifikasi Administrasi Dukungan Anggota DPD

Kab-jepara.kpu.go.id - KPU Kabupaten Jepara mulai memverifikasi administrasi dukungan pemilih bakal calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPD) Jawa Tengah. Sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum No10 Tahun 2022 tentang Pencalonan Perseorangan Peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Daerah verifikasi administrasi mulai tanggal 30 Desember 2022 sampai dengan tanggal 12 Januari 2023. Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Siti Nurwakhidatun mengatakan bahwa sebanyak 12 bakal calon anggota Dewan Perwakilan Daerah dengan jumlah dukungan mencapai 2.970 orang yang tersebar 16 kecamatan di Jepara akan dilakukan verifikasi administrasi mulai Kamis (5/1/2023). Dari jumlah bakal calon itu, yang memiliki dukungan minimal pemilih di Kabupaten Jepara ada 10 bakal calon. “Kami optimistis verifikasi administrasi akan selesai tepat waktu, dengan mempersiapkan sarana dan prasarana yang ada juga operator Silon (Sistem Pencalonan) yang telah berpengalaman dalam menyelesaikan tugas dalam Sipol kemarin,” kata Siti Nurwakhidatun Muhammadun, ketua Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM mengatakan bahwa syarat anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) minimal berusia 21 (dua puluh satu) tahun terhitung sejak penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) anggota DPD. Selain itu berpendidikan paling rendah tamat sekolah menengah atas atau sederajat dan tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih, kecuali secara terbuka dan jujur mengemukakan kepada publik bahwa yang bersangkutan mantan terpidana. Ia juga menambahkan bahwa jumlah dukungan minimal 5.000 dukungan pemilih di satu kabupaten/kota. Itu karena di Jawa Tengah jumlah penduduk dalam daftar pemilih tetap lebih dari 15.000.000 (lima belas juta). “Selain itu jumlah dukungan pemilih tersebar paling sedikit di 50 persen kabupaten kota. Di Jawa Tengah, karena ada 35 kabupaten/kota, maka minimal tersebar di 18 kabupaten/kota,” jelas Muhammadun.  Ini jadwal selengkapnya terkait penyerahan dukungan minimal pemilih: Penyerahan dukungan minimal pemilih: 16-29 Desember 2022 Verifikasi administrasi: 30 Desember 2022 – 12 Januari 2022 Perbaikan dan penyerahan dukungan minimal pemilih (perbaikan kesatu): 16-22 Januari 2023 Verifikasi administrasi perbaikan pertama: 23 Januari – 1 Februari 2023 Verifikasi faktual kesatu: 6-26 Februari 2023 Perbaikan dan penyerahan dukungan minimal pemilih (perbaikan kedua): 2-11 Maret 2023 Verifikasi administrasi perbaikan kedua: 12-21 Maret 2023 Verifikasi faktual kedua: 26 Maret - 8 April 2023 Penetapan pemenuhan syarat dukungan minimal pemilih dan sebaran: 13-17 April 2023. (kpujepara)

KPU Persiapkan PPK dalam Menyelenggarakan Tahapan Pemilu

Kab-jepara.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mempersiapkan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dalam menyelenggarakan kerja-kerja selaku penyelenggara pemilu. Hal tersebut menjadi inti penyampaian dalam kegiatan bimbingan teknis Tata Kerja, Tugas, dan Tanggung Jawab PPK pada Pemilu 2024 di Ono Joglo Bandengan. Kegiatan ini dihadiri seluruh PPK yang baru saja dilantik pada Rabu, (4/1/2023). Dari KPU Jepara hadir Ketua KPU Jepara Subchan Zuhri beserta empat komisioner lainnya, yakni Muntoko, Ris Andy Kusuma, Muhammadun, dan Siti Nurwakhidatun. Hadir pula Sekretaris KPU Da'faf Ali dan seluruh jajaran sekretariat. Materi bimtek yang disampaikan terkait Tata Kerja PPK (disampaikan Subchan Zuhri), Kelembagaan Tahapan Penyelenggaraan Pemilu (Muntoko), Hubungan Kerja dan Peningkatan Kapasitas (Muhammadun), Kode Etik dan Kinerja Badan Adhoc (Ris Andy Kusuma), serta tahapan terdekat terkait teknis penyelenggaraan Pemilu 2024 (Siti Nurwakhidatun). Subchan Zuhri menerangkan PPK memiliki peran yang sangat strategis sebagai penyelenggara pemilu di tingkat kecamatan. “PPK harus memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah terkait kerja-kerja kepemiluan di tingkat kecamatan,” terang Subchan.  Ia menjelaskan PPK harus memiliki pemahaman regulasi yang baik. “Selaku penyelenggara terdapat kode etik yang melekat sepanjang waktu selama masih di dalam masa jabatan,” ujar Subchan. Ketua Divisi Rencana, Data dan Informasi Muntoko menyampaikan terkait peran-peran yang dapat diisi oleh PPK dalam mendukung mensukseskan tahapan kepemiluan khususnya dengan tahapan pemutakhiran data pemilih. “PPK wajib memahami langkah-langkah dalam setiap tahapan dalam pemutakhiran data pemilih,” kata Muntoko. Muhammadun, ketua Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM menerangkan bahwa kini KPU sedang berada pada tahapan perekrutan badan ad-hoc untuk pemilu 2024. “Dalam waktu dekat kami akan melibatkan PPK dalam pembentukan Panitia Pemungutan Suara (PPS),” kata Muhammadun. Selain itu Muhammadun  menyampaikan bahwa PPK harus aktif memanfaatkan ruang yang ada di media sosial baik itu untuk memperoleh informasi maupun untuk membagikan informasi. Kaitannya dengan pemanfataan media sosial Muhammadun menyampaikan PPK harus dapat menyikapi dengan baik. “PPK harus dapat menilai informasi dengan baik mana yang benar dan mana yang tidak benar,” terang Muhammadun. Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan Ris Andy Kusuma menjelaskan dalam kesempatan itu bahwa PPK memiliki tanggung jawab yang telah melekat semenjak dilantik. “PPK harus memahami betul kode etik yang ada karena itu  harus dipedomani. Akuntabilitas lembaga wajib kita jaga,” kata Ris Andy. Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Siti Nurwakhidatun dalam kesempatan yang sama menyampaikan PPK dapat mempersiapkan diri dalam membantu pekerjaan KPU dalam tahapan-tahapan yang akan datang. “Terdekat KPU akan melibatkan PPK dalam tahapan verifikasi faktual syarat dukungan calon DPD,” terang Siti. Sekretaris KPU Jepara Da’faf Ali memaparkan materi terkait dukungan sekretariat di tingkat kecamatan dalam medukung kerja-kerja PPK. (kpujepara) Kab-jepara.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mempersiapkan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dalam menyelenggarakan kerja-kerja selaku penyelenggara pemilu. Hal tersebut menjadi inti penyampaian dalam kegiatan bimbingan teknis Tata Kerja, Tugas, dan Tanggung Jawab PPK pada Pemilu 2024 di Ono Joglo Bandengan. Kegiatan ini dihadiri seluruh PPK yang baru saja dilantik pada Rabu, (4/1/2023). Dari KPU Jepara hadir Ketua KPU Jepara Subchan Zuhri beserta empat komisioner lainnya, yakni Muntoko, Ris Andy Kusuma, Muhammadun, dan Siti Nurwakhidatun. Hadir pula Sekretaris KPU Da'faf Ali dan seluruh jajaran sekretariat. Materi bimtek yang disampaikan terkait Tata Kerja PPK (disampaikan Subchan Zuhri), Kelembagaan Tahapan Penyelenggaraan Pemilu (Muntoko), Hubungan Kerja dan Peningkatan Kapasitas (Muhammadun), Kode Etik dan Kinerja Badan Adhoc (Ris Andy Kusuma), serta tahapan terdekat terkait teknis penyelenggaraan Pemilu 2024 (Siti Nurwakhidatun). Subchan Zuhri menerangkan PPK memiliki peran yang sangat strategis sebagai penyelenggara pemilu di tingkat kecamatan. “PPK harus memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah terkait kerja-kerja kepemiluan di tingkat kecamatan,” terang Subchan.  Ia menjelaskan PPK harus memiliki pemahaman regulasi yang baik. “Selaku penyelenggara terdapat kode etik yang melekat sepanjang waktu selama masih di dalam masa jabatan,” ujar Subchan. Ketua Divisi Rencana, Data dan Informasi Muntoko menyampaikan terkait peran-peran yang dapat diisi oleh PPK dalam mendukung mensukseskan tahapan kepemiluan khususnya dengan tahapan pemutakhiran data pemilih. “PPK wajib memahami langkah-langkah dalam setiap tahapan dalam pemutakhiran data pemilih,” kata Muntoko. Muhammadun, ketua Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM menerangkan bahwa kini KPU sedang berada pada tahapan perekrutan badan ad-hoc untuk pemilu 2024. “Dalam waktu dekat kami akan melibatkan PPK dalam pembentukan Panitia Pemungutan Suara (PPS),” kata Muhammadun. Selain itu Muhammadun  menyampaikan bahwa PPK harus aktif memanfaatkan ruang yang ada di media sosial baik itu untuk memperoleh informasi maupun untuk membagikan informasi. Kaitannya dengan pemanfataan media sosial Muhammadun menyampaikan PPK harus dapat menyikapi dengan baik. “PPK harus dapat menilai informasi dengan baik mana yang benar dan mana yang tidak benar,” terang Muhammadun. Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan Ris Andy Kusuma menjelaskan dalam kesempatan itu bahwa PPK memiliki tanggung jawab yang telah melekat semenjak dilantik. “PPK harus memahami betul kode etik yang ada karena itu  harus dipedomani. Akuntabilitas lembaga wajib kita jaga,” kata Ris Andy. Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Siti Nurwakhidatun dalam kesempatan yang sama menyampaikan PPK dapat mempersiapkan diri dalam membantu pekerjaan KPU dalam tahapan-tahapan yang akan datang. “Terdekat KPU akan melibatkan PPK dalam tahapan verifikasi faktual syarat dukungan calon DPD,” terang Siti. Sekretaris KPU Jepara Da’faf Ali memaparkan materi terkait dukungan sekretariat di tingkat kecamatan dalam medukung kerja-kerja PPK. (kpujepara)

80 Calon PPK Terpilih Kabupaten Jepara Dilantik

Kab-jepara.kpu.go.id – Sebanyak 80 calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) terpilih KPU Kabupaten Jepara dilantik, Rabu (4/1/2023) di Ono Joglo Bandengan. Mereka segera bertugas untuk membantu KPU Kabupaten Jepara dalam menyelenggarakan seluruh tahapan Pemilu 2024 di tingkat kecamatan. Dari 80 anggota PPK yang dilantik, mayoritas merupakan wajah-wajah baru.  KPU mengundang Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta, Forkopimda, Bakesbangpol, Tata Pemerintahan Setda, Bawaslu, serta seluruh camat di 16 kecamatan. Khusus PPK Karimunjawa, karena kondisi cuaca yang belum memungkinkan untuk pelayaran, mengikuti pelantikan secara daring, Camat dan Muspika Karimunjawa juga diundang dalam pelantikan daring tersebut. Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kabupaten Jepara Muhammadun, Rabu pagi sebelum pelantikan mengatakan dari 80 calon PPK terpilih yang dilantik, sebanyak 25 orang adalah anggota PPK saat Pemilu 2019. Selebihnya adalah wajah-wajah baru. "Sebagian besar pernah punya pengalaman penyelenggaraan pemilu di tingkat desa/kelurahan dan KPPS. Sebagian lagi juga pernah menjadi relawan demokrasi, juga tokoh-tokoh muda di kecamatan," kata Muhammadun. Ketua KPU Kabupaten Jepara Subchan Zuhri bersama empat anggota KPU, yaitu Muntoko, Ris Andy Kusuma, Muhammadun, dan Siti Nurwakhidatun melantik calon anggota PPK terpilih. Muhammadun menjelaskan, setelah pelantikan dilanjutkan bimbingan teknis untuk seluruh PPK. Materi bimtek adalah terkait Tata Kerja PPK (disampaikan Subchan Zuhri), Kelembagaan Tahapan Penyelenggaraan Pemilu (Muntoko), Hubungan Kerja dan Peningkatan Kapasitas (Muhammadun), Kode Etik dan Kinerja Badan Adhoc (Ris Andy Kusuma), serta tahapan terdekat terkait teknis penyelenggaraan Pemilu 2024 (Siti Nurwakhidatun).  Setelah pelantikan, PPK akan langsung bekerja untuk penyelenggaraan Pemilu 2024 di kecamatan. (kpujepara).